Gorontalo, 12 November 2025 — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Gorontalo melalui Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan, Sahduriman, menghadiri kegiatan Wisuda Santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Masjid At-Taubah Lapas Kelas IIA Gorontalo. Kehadiran tersebut merupakan bentuk dukungan Kanwil Ditjenpas Gorontalo terhadap program pembinaan kepribadian warga binaan di bidang spiritual.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Kelas IIA Gorontalo ini turut dihadiri oleh Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo, Sulistiyo Wibowo, Wali Kota Gorontalo yang diwakili oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Sukamto Mooduto, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Gorontalo yang diwakili oleh Kasi Bimbingan Masyarakat Islam, Salman Haji Ali.
Pada kesempatan tersebut, TPA Masjid At-Taubah mewisuda sebanyak 145 santri yang telah menyelesaikan program pembelajaran membaca dan memahami Al-Qur’an. Para santri tersebut merupakan warga binaan pemasyarakatan yang secara konsisten mengikuti kegiatan pembinaan kepribadian sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial.
Dalam sambutannya, Kabid Pembimbingan Kemasyarakatan, Sahduriman, menyampaikan bahwa wisuda ini menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan kepribadian di lingkungan pemasyarakatan.
“Wisuda santri ini bukan sekadar simbol keberhasilan belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi bukti bahwa pembinaan berbasis spiritual di Lapas mampu membentuk karakter dan meningkatkan kualitas keimanan warga binaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sahduriman menegaskan bahwa Kanwil Ditjenpas Gorontalo akan terus mendorong seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan untuk mengembangkan program pembinaan yang berkelanjutan, baik di bidang keterampilan maupun spiritual, guna mewujudkan tujuan Pemasyarakatan yang sesungguhnya.
Acara wisuda berlangsung dengan penuh khidmat dan kebahagiaan, ditandai dengan prosesi pengalungan selempang wisudawan, penyerahan sertifikat, penampilan santri, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meneguhkan komitmen bersama untuk menjadikan Lapas sebagai tempat pembinaan yang humanis, berkeadaban, dan religius.